WeLcome

Welcome To our blog....enjoy to this blog....


The NEWEST from us

The NEWEST from us
uLtah buLun & iNa

21 September 2010

hari nangis buat gw...

semoga postingan yang (sengaja gw bikin) panjang ini membuat kalian mengurungkan niat untuk membacanya. amin



hari ini gw ngumpul bareng Pembimbing Akademik (PA)
kegiatan ini rutin dilakukan setiap awal semester baru dimulai
biasanya topik yang dibicarakan tentang beratnya perkuliahan dengan tugas-tugasnya, kejenuhan akan rutinitas, cara memotivasi diri demi peningkatan nilai akademik, dan bla bla bla...

tapi topik kali ini agak beda: memutuskan apakah melanjutkan ke jenjang profesi atau tidak
mungkin karena kami sudah di tahun terakhir masa perkuliahan
atau mungkin karena PA gw terlalu khawatir banyak mahasiswanya yang tidak melanjutkan tahap profesi
who knows???

dari forum yang berisi belasan orang, tersadarkan bahwa banyak yang belum pasti mengikuti tahap profesi
dengan alasan yang bervasiasi juga
dari mahasiswanya yang lebih berat ke bidang yang lain
hingga masalah klasik namun berat yaitu biaya profesi
then what about me?
gw tipikal orang yang pendiam jika temen-temen gw rame, dan sebaliknya klo temen-temen gw pendiam semua maka gw bisa jadi orang yang sangat cerewet
topik hari ini sebenarnya sudah gw permasalahkan alias gw pikirkan sejak memulai semeter tujuh ini
dan hari ini gw bener-bener gak niat untuk membicarakan masalah gw dalam forum
gw takut gak bisa menahan emosi
gw juga takut jadi tontonan yang lain
forum yang berisi belasan kini tinggal sembilan mahasiswa karena sisanya ada kuliah
berkali-kali PA melhat ke arah gw yang kebetulan duduk disebrangnya
berkali-kali pula gw mengalihkan pandangan supaya tidak merasa terdesak untuk curhat ke PA

apalah daya, dengan jumlah orang yang semakin sedikit, pembicaraan semakin intensif
rangkaian kata yang telah disusun terucapkan juga
"kalo saya, gak masalah apakah akan ikut profesi atau enggak tapi...masalahnya, entah kenapa saya gak punya kesiapan mental untuk menghadapi pasien saya nantinya"
PA gw menjawab dengan serangkaian kata yang pada akhirnya membuat gw menangis belakangan
mungkin karena beliau adalah dosen keperawatan jiwa
setiap kata-katanya membuat otak berpikir jauh ke dalam hati yang paling dalam
"kenapa merasa seperti itu? ingat, toh pasien manusia biasa seperti kita. bukan sesuatu yang perlu ditakutkan"
"jangan kan pasien, kita sendiri juga terkadang sangat emosional jika sedang ada masalah. pasien yang sakit jika suasana hatinya buruk tentu kita harus paham"

===sampai tahap ini gw tersenyum===

"pasti ada suatu hal atau kejadian yang membuat kamu berpikir bahwa kamu belum siap mengikuti tahap profesi. coba tanya ke dalam hatimu sendiri..."

===senyum itu langsung hilang===

berpikir
teringat
sedih

"gak perlu kamu share di forum ini kalo memang gak mau. sebenarnya, pengalaman-pengalaman itu memberikan kita pelajaran berharga. ada pengalaman menyenangkan dan ada pula pengalaman yang tidak menyenangkan. nah, masalahnya manusia itu cenderung mendengarkan hal-hal negatif daripada mencari kelebihan diri untuk dikembangkan"

"makanya belajarlah mengurangi pikiran-pikiran negatif. kita itu cenderung ngikutin perasaan, dan kalo perasaan sudah menguasai maka pikiran pun akan ngikut"

"satu pesan ibu, mau jadi apa kalian yang menentukan itu bukan orang lain tapi diri kalian sendiri. yakinlah pada diri kalian sendiri. ibu hanya berdoa semoga kalian nantinya sukses dengan pilihan kalian tersebut"

===ditahap ini gw berkaca-kaca, berusaha keras menahan air mata===

kalo dipikir-pikir jauh ke dalam hati, gw pun akhirnya menemukan pengalaman macam apa yang membuat gw pada akhirnya berpikir bahwa gw gak siap dan gak pernah siap menghadapi tahap profesi. sedih mengetahui ternyata pengalaman sepele seperti itu berdampak besar pada kekhawatiran gw mengikuti tahap profesi. benar adanya, gw mengingat hal-hal negatif yang membuat gw berpikir bahwa gw gak siap. merenung bahwa gw ternyata begitu memikirkan hal-hal negatif yang belum terjadi. mungkin ada orang yang berpendapat 'jalani saja', tapi gw gak bisa begitu. ibarat perang gw butuh pedang untuk pergi ke medan tempur. gw gak bisa kalo hanya menjalaninya saja, gw butuh persiapan baik pengetahuan maupun mental. ternyata gw terlalu berlebihan (mungkin) sampe-sampe gw berpikiran gw gak siap mengikuti tahap profesi.


seusai forum itu gw mencari teman,sahabat yang kebetulan tadi juga berada di forum itu, untuk....i don't know, gw cuma ingin menumpahkan air mata ini dan memang gw nangis sejadinya. gak perduli orang di sekitar menilai apa tentang gw.

i lost control of myself...or i just being myself...only God knows


nb: masalah gw ini memang cetek buat orang lain. maaf buat sahabat-sahabatku yang kaget melihat tingkah gw hari ini. ingin ku tak mengulanginya lagi

Tidak ada komentar:

Here We Are

Here We Are